Nelayan di Tanjungsebauk Tanjungpinang melakukan transaksi Kemudahan bertransaksi di era digitalisasi menggunakan mobile banking (BCA Mobile), Kamis (16/12/2021). Penggunaan mobil banking memberi kemudahan bertransaksi jual beli hasil laut kepada masyarakat pesisir. (Foto: Andi Suryanto)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Zulhendri, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kepri mengatakan, jumlah penduduk Kepulauan Riau yang mengakses internet terus bertambah. 

Menurutnya, lebih dari 1,9 juta penduduk Kepri adalah pengguna internet. Jumlah itu 87% dari total penduduk Kepri 2,2 juta jiwa.

"Terbanyak mengakses internet menggunakan smartphone," pungkasnya belum lama ini.

Zulhendri menerangkan, pertumbuhan pengguna internet dari tahun ke tahun ini tidak terlepas dari banyak faktor, terutama pembangunan infrastruktur telekomunikasi, baik yang dilakukan oleh Pemerintah maupun perusahaan telekomunikasi yang masif.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 15,5% atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020. 

Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa.  

"Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7%," terang Zulhendri. 

Selain pengguna media sosial, peningkatan pengakses internet juga disebut Zulhendri dipengaruhi peningkatan penggunaan mobil banking.

Pengguna Bank Digital di Indonesia Diproyeksi Capai 748 Juta pada 2026

Mengutip databoks.katadata.co.id, Finder.com memproyesikan orang dewasa Indonesia yang memiliki rekening bank digital akan semakin meningkat. Sebanyak 25% orang dewasa Indonesia memiliki rekening bank digital pada 2021. Angka ini setara dengan 47.722.913 orang pada 2021.

Pada tahun 2022, pengguna bank digital Indonesia diperkirakan akan mencapai 31% atau 59.969.877 orang pada 2022. Kenaikan pengguna bank digital diproyeksi akan terus meningkat menjadi 39% atau 74.785.062 pada 2026.

Meskipun persentasenya meningkat, tetapi peringkat Indonesia diprediksi akan menurun dari posisi kedua pada 2021 menjadi ketiga dunia pada 2026. Negara yang berhasil menyalip Indonesia adalah Vietnam.

Vietnam memiliki pertumbuhan pesat, yaitu dari posisi keempat dunia dengan persentase 23,34% pada 2021 menjadi kedua dunia dengan persentase 41,64% pada 2026. Sementara Brasil bertahan di posisi pertama dengan kenaikan 18,31 poin dari 32,08% pada 2021 menjadi 50,39% pada 2026.

Survei Finder.com melibatkan 41.654 orang di 30 negara dunia. Tujuannya, untuk membandingkan tingkat penggunaan perbankan digital dan memperkirakan tingkat penggunaan pada 2026. (Red)

Share this Post

BERITA TERKAIT