S Arif Fadillah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri mendorong swasta mendirikan pabrik pengalengan untuk meningkatkan daya saing sekaligus solusi pemanfaatan stok ikan yang melimpah. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepri mendorong swasta mendirikan pabrik pengalengan untuk meningkatkan daya saing sekaligus solusi pemanfaatan stok ikan yang melimpah.

“Terdampak secara umum pasti terdampak. Tapi dari segi ekonomi mereka bisa berjalan. Ikan tak kena Covid, karena semua pasti makan. Tapi jumlahnya, jika biasanya sehari mereka bisa jual lima ton ikan, sekarang hanya diorder satu ton,” ujar TS Arif Fadillah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri, dilansir kominfo.kepriprov.go.id, Kamis (16/9/2021).

Lanjur Arif, ikan yang berasal dari keramba dapat dipanen sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan ikan tangkap, selain untuk memenuhi kebutuhan di Kepri juga didistribusikan ke daerah lain seperti Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan juga beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Ekspor ikan ke Singapura dan Malaysia juga mengalami penurunan.  Sehingga kelebihan ikan tangkap akhirnya disimpan di gudang pendingin yang tersebar di seluruh wilayah di Kepri. Saat ini cadangan ikan Kepri di gudang pendingin, bisa untuk dua sampai tiga tahun. 

“Itu kita stok bisa sampai dua atau tiga tahun. Solusi lainnya dari kelebihan stok, kita dorong swasta untuk pengalengan ikan dan udang,” tambah Arif. 

Saat ini swasta sedang tertarik dengan udang vaname. Jika Kepri bisa memenuhi ton pada setiap panen, swasta tertarik untuk mendirikan pabrik pengalengan. “Sekarang kita masih mampu di 10 sampai 20 ton saja sekali panen. Kita akan dorong budidaya udang vaname ini,” ujar Arif. (Red)

Sumber: Diskominfo Kepri

Share this Post

BERITA TERKAIT