Komisioner KPU Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf. (Foto: Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Penghitungan suara Pilkada Serentak 2020 tidak lagi dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang menyebutkan, tingkat terendah penghitungan suara akan dilakukan di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Pemilihan tahun ini tidak lagi dilakukan pleno pemungutan suara di tingkat kelurahan, tapi langsung pleno di tingkat kecamatan," kata Komisioner KPU Kota Tanjungpinang, Muhammad Yusuf saat ditemui di hotel CK Tanjungpinang, Senin (30/11/2020).

Muhammad Yusuf menyebutkan, bahwa pada Pilkada Serentak tahun ini sedikit berbeda dari Pilkada tahun sebelumnya. Pilkada tahun ini penghitungan suara dimulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), lalu dilangsung dilakukan rekapitulasi di tingkat kecamatan dan dilanjutkan ke tingkat kota.

"Pada Pilwako tahun 2018 lalu, pleno di tingkat kelurahan masih ada, tahun ini tidak dilaksanakan lagi. Jadi, tanggal 9 Desember itu, kotak suara langsung ke kecamatan," ujarnya.

Menurut Yusuf, sapaan akrabnya, aturan itu sudah ditetap oleh KPU Pusat. Hal ini, katanya, untuk memangkas jenjang penghitungan suara, sehingga bisa meminimalisir masalah yang muncul disetiap tahapan Pilkada Serentak 2020.

"Ini untuk meminimalisir masalah, maka dari TPS langsung ke tingkat kecamatan. Kebijakan ini ditetapkan setelah melihat kejadian-kejadian Pilkada sebelumnya di masing-masing daerah," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam rapat pleno yang digelar pada Oktober lalu, KPU Kota Tanjungpinang menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 149.354, yang mana 73.276 pemilih berjenis kelamin laki-laki dan 76.078 pemilih berjenis kelamin perempuan.

Selain itu, ditetapkan juga jumlah TPS se Kota Tanjungpinang sekitar 444 TPS termasuk di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tanjungpinang akan dibangun 1 TPS khusus. (Albet)

Share this Post

BERITA TERKAIT