Aktivitas di Pasar Bintan Center Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Dinkes Tanjungpinang menilai, penerapan protokol kesehatan di sejumlah pasar di kota ini masih lemah. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Masih ditemukannya sejumlah pedagang dan pembeli yang mengabaikan protokol kesehatan di Pasar Baru Tanjungpinang serta Pasar Bintan Center, seperti menggunakan masker dan physical distancing benar-benar diabaikan.

Kondisi demikian terlihat dari pantauan di lapangan, yang masih ditemukan para pedagang yang tidak menggunakan masker saat berjualan. Terlebih, suasana pasar yang sempit dan berada di dalam ruangan, membuat para pembeli dengan mudah berkerumunan tanpa memerhatikan jarak masing-masing.

Padahal, Dinkes dan Tim Satgas Gugus Tugas Penangganan COVID-19 Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri telah berulangkali mengimbau serta mensosialisasikan para pedagang di pasar setempat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Namun, imbauan ini tidak digubris dengan baik oleh pedagang. Selain itu, pihak pengelolah pasar, telah menyiapkan beberapa titik lokasi atau tempat cuci tangan di pasar tersebut. Tetapi, tempat cuci tangan tersebut, tidak begitu dimanfaatkan dengan baik oleh para pedagang setempat.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau, Mohammad Bisri, mengatakan pemandangan seperti itu memang seringkali terjadi di hampir semua pasar tradisional.

Namun, ketika disidak dan diingatkan para pedagang dan pembeli di pasar langsung menaatinya. Tapi, kemudian setelah itu kesadaran menaati protokol kesehatan diabaikan.

"Memang ada juga yang taat memakai masker, tapi banyak juga yang tidak," ungkapnya, Jumat (23/10/2020).

Oleh karena itu, Bisru, kembali mengingatkan agar masyarakat senantiasa menaati protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Seperti, menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, makan makanan bergizi, melakukan olahraga, dan memfilter berita hoaks atau dikenal dengan 6M.

Kemudian, guna menekan angka COVID-19 pemerintah juga berperan dengan menerapkan testing, tracing, dan treatment atau dikenal dengan 3T.

"Pemerintah pusat sudah meminta daerah menerapkan 6M+3T ini guna mencegah COVID-19. Dengan begitu juga, petugas lebih mudah menemukan kasus baru" terang Bisri.

Sementara itu, sebelumnya Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, mengatakan berdasarkan perintah presiden pada masa pandemi ini harus ada keseimbangan antara kesehatan publik, keselamatan warga negara dan ekonomi yang bergerak, sehingga masyarakat tetap bisa bertahan hidup. 

Makanya, kegiatan ekonomi ditengah pandemi ini harus berjalan. Karena, ekonomi tidak boleh lumpuh. Oleh karena itu, meski pandemi pasar-pasar masih harus buka untuk menjalankan ekonomi itu. Namun, harus seimbang dengan kesadaran menerapkan protokol kesehatan. 

"Nah masyarakat tidak mau ekonominya tidak bergera-kan, maka dari itu, kita imbau dan ingatkan, agar tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat," kata Bahtiar.

Selain itu, Bahtiar juga berharap, kepada seluruh instansi terkait, TNI, Polri dan Satpol PP agar proaktif melakukan pengawasan dan imbauan pada penerapan protokol kesehatan.

"Karena semua pihak juga tidak menginginkan pasar dan tempat- tempat kerumunan lainya, menjadi klaster penularan COVID-19," pungkasnya. (Rico)

Share this Post

BERITA TERKAIT