Komisioner KPU Kepri, Arison. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menetapkan 9 panelis penyusun soal debat kandidat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kepri 2020, yang direncanakan akan digelar November mendatang.

Dari 9 orang panelis debat kandidat tersebut seluruhnya kalangan akademisi dari perguruan tinggi. Tidak ada panelis dari kalangan tokoh masyarakat dan profesional yang diikutsertakan, meski sempat direncanakan.

Dari 9 panelis debat kandidat tersebut teridiri Universitas Raja Ali Haji (Umrah) 3 orang, Universitas Internasional Batam (UIB) 1 orang, Politeknik Negeri Batam (Poltek Batam) 2 orang, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri 1 orang dan dari Universitas Riau Kepulauan 1 orang.

Sementara satu orang lagi yakni pakar administrasi publik dan kebijakan publik yang tidak dicantumkan dari universitas mana, namun informasinya salah satu guru besar di Universitas Indonesia (UI). Sementara perwakilan dari kalangan tokoh masyarakat dan juga kalangan profesional, KPU Provinsi Kepri untuk panelis ini tidak ada keterwakilannya.

Terkait hal tersebut, Ketua KPU Provinsi Kepri Sriwati mengatakan, untuk panelis sebelumnya sudah diputuskan di rapat, agar akademisi, profesional, penggiat pemilu, tokoh masyarakat dapat terlibat dalam panelis.

"Kita sudah menetapkan 9 orang panelis dan diseleksi oleh Divisi Humas dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kepri. Serta pelaksanaan debat kandidat sudah juga ditetapkan," kata Sriwati, di Tanjungpinang, Jumat (23/10/2020)

Sementara itu, Komisioner KPU Kepri Arison mengatakan, dari awal KPU bermaksud untuk melibatkan berbagai unsur kelompok masyarakat dalam tim penyusun materi debat. Namun dari sekian lembaga dan organisasi non-kampus yang dimintakan memberi masukan nama-nama, jumlah nama yang masuk ke KPU sangat minim. 

Namun demikian, lanjut Arison, dari nama-nama yang diajukan, KPU pun masih berkewajiban untuk memverifikasi, terutama aspek netralitas atau keterkaitan dengan partai politik atau pasangan calon.

"Bahkan, hingga hari terakhir ada 2 organisasi/lembaga yang tidak mengusulkan satu nama pun. Jadi, pilihan nama-nama yang masuk ke KPU (di luar akademisi) sangat terbatas," pungkas Arison. (Rico)

Share this Post

BERITA TERKAIT