Kepala Kejari Tanjungpinang, Ahelya Bustam menyerahkan sampel urine kepada petugas BNNK kota setemlat, Kamis (22/10/2020). Kejari Tanjungpinang menggelar tes urine dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba di korp Adhyaksa itu. (Foto: Rico)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dalam upaya mengantisipasi menyalahgunaan narkotika, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang gelar test urine kepada 30 pegawai dan jaksa, Kamis (22/10/2020).

Pemeriksaan urine tersebut digelar di halaman Kantor Kejari Tanjungpinang yang dilakukan oleh petugas BNN Kota Tanjungpinang, dipimpin Kepala Kejari Tanjungpinang, Ahelya Abustam. 

Pemeriksaan ini dilakukan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan korp Adhyaksa ini. 

"Melihat dari tren peredaran narkoba sudah masuk ke semua lini, tidak menutup kemungkinan juga di kejaksaan. Sehingga perlu menurut kami melakukan test urine untuk memastikan bahwa jajaran kami disini terbebas dari narkoba," ungkap Ahelya.

Disampaikannya, bahwa pelaksaan kegiatan ini juga berdasarkan intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, serta juga atas perintah dari Direktur Narkotik Jampidum Kejaksaan Agung untuk semua pegawai di kejaksaan melakukan tes urine.

Sehingga, kata Ahelya, pihaknya mewanti-wanti kepada jajarannya jangan sampai terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba. Karena ditegaskannya, ada sanksi yang berat bagi pengguna dan pengedar narkoba di kalangan penegak hukum.

"Kalau memang ada yang positif narkoba, tentu akan kami lihat dulu apakah sebagai pengguna maka akan kami langsung serahkan kepada BNN untuk dilakukan rehabilitasi. Namun kalau keterlibatannya lebih jauh tentu kita proses hukum, kami tindak tegas," pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kepala BNN Kota Tanjungpinang, AKBP Darsono mengatakan sangat mengapresiasi dan mengharapkan peran semua pihak untuk memerangi narkoba. Dalam kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut MoU bersama Kejari Tanjungpinang rencana aksi nasional P4GN dan prekursor narkotika. 

"Kegiatan yang dilakukan hari ini, merupakan komitmen dan peran aktif kejaksaan dalam hal P4GN terutama dilingkungan instansi. BNN tentunya sangat mengapresiasi dan mengharapkan peran semua pihak untuk memerangi narkoba," jelasnya.

Darsono juga menyampaikan, test urine yang dilaksanakan pada masa pandemi COVDI-19 ini dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kembali ditegaskannya, meskipun pada masa pandemi namun tidak menyurutkan semangat BNN Kota Tanjungpinang dalam pemberantasan dan pencegahan narkotika.

"Untuk hasilnya diketahui pada hari ini juga, dan ketika diketahui ada yang positif dalam aturan memang harus dilakukan rehabilitasi, selama sebagai pengguna. Tetapi semua itu keputusannya ada pada pimpinan Kejari Tanjungpinang," tutupnya. (Rico)

Share this Post

BERITA TERKAIT