X
Aktivitas perdagangan di Pasar Baru Tanjungpinang. Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Recovery Ekonomi Daerah. Pembentukan Satgas ini bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan perekonomian daerah yang merosot akibat pandemi COVID-19. (Foto: Albet)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang akan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Recovery Ekonomi Daerah. Pembentukan Satgas ini bertujuan untuk memulihkan pertumbuhan perekonomian daerah yang merosot akibat pandemi COVID-19.

Rencana pembentukan Satgas Recovery Ekonomi Daerah ini disampaikan Wali Kota Tanjungpinang, Rahma saat beramah tamah bersama pelaku usaha di hotel CK Tanjungpinang belum lama ini.

Rahma menyebut, bahwa Pemko Tanjungpinang tengah berupaya memulihkan perekonomian di Kota Tanjungpinang yang hingga saat ini masih dinilai belum stabil semenjak pandemi. Salah satunya yakni membentuk Satgas Recovery Ekonomi Daerah Kota Tanjungpinang.

"Arah kebijakan itu terdiri dari melaksanakan dan mengendalikan impelementasi kebijakan strategis yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi," kata Rahma.

Selain beberapa arah strategis, kata Rahma, Pemko Tanjungpinang juga akan melaksanakan rencana aksi mengelola logistik barang pokok dan penting mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan distribusi. Bahkan, Pemko Tanjungpinang juga mengupayakan ketersediaan pangan dengan jumlah yang cukup dan harga terjangkau.

"Nanti juga memaksimalkan pengelolaan UMKM, stabilitas ekonomi melalui jejaring pengaman sosial, pengelolaan sumber daya ketenagakerjaan, sumber kepariwisataan dan analisis data pasar," ujarnya.

Pembentukan Satgas Recovery Ekonomi Daerah itu juga mengacu pada Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN). Ia menambahkan, pembentukan Satgas Recovery Ekonomi Daerah Kota Tanjungpinang ini akan diatur melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Tanjungpinang.
 
"Perekonomian Tanjungpinang saat ini membutuhkan kerjasama dari kita semua baik pemerintahan maupun pengusaha dan pelaku usaha. Apalagi kita masih dalam masa pandemi COVID-19," imbuhnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang, Rully Firyadi menambahkan, dalam Satgas itu terdapat tiga kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari OPD dan instansi vertikal seperti Bulog dan BPS.

"Perwako sudah siap, tinggal menunggu tanda tangan Wali Kota saja," kata Rully saat ditemui di gedung DPRD Kota Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2020). Ia juga salah satu pejabat yang akan mengetuai Pokja Perencanaan Satgas Recovery Ekonomi Daerah Kota Tanjungpinang tersebut.

Sebenarnya, kata Rully, arah kebijakan strategis untuk memulihkan perekonomian daerah itu mengacu pada KPC-PEN. 
"Nanti di dalam Satgas itu ada strategis pemulihan ekonomi nanti akan dijabarkan di masing-masing Pokja itu. Pokja-pokja akan menyusun programnya," ujarnya.

Menurut Rully, Satgas Recovery Ekonomi Daerah Kota Tanjungpinang itu akan memanfaatkan dana yang telah alokasikan melalui Bantuan Tidak Terduga (BTT). BTT itu digunakan untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi akibat pandemi.

"BTT kita kan masih ada sekitar Rp30 miliar. Itu yang akan kita gunakan hingga akhir tahun ini," katanya.

Ia mencontohkan, kegiatan pemulihan ekonomi daerah itu bisa berupa bantuan stimulus bagi pelaku usaha kecil mikro di Tanjungpinang. "Bisa juga nanti programnya berupa bantuan sembako dan sebagainya. Mungkin itu, secara detailnya saya belum bisa jabarkan," pungkasnya. (Albet)

Share this Post

BERITA TERKAIT