X
Irwan Heryanto memanen madu lebah trigona di kebun miliknya di KM 18 Bintan, Jumat (14/8/2020). Setidaknya dua bulan sekali dia memanen madu yang mulai dia budidayakan sejak Maret 2019 lalu. (Foto: INILAHKEPRI/Andri)
Stup berupa kotak kayu berisi koloni lebah trigona yang dibudidayakan Irwan Heryanto sejak Maret 2019 sudah mulai menjadi pundi uang. Usaha yang yang menunjukkan prospek positif.

Pewarta: Andri Mediansyah, Bintan

Di Pulau Bintan, Irwan yang bekerja sebagai tenaga honorer Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau ini adalah salah seorang mengupayakan budidaya lebah madu trigona, atau oleh masyarakat lokal disebut lebah madu kelulut. 

Ada 45 stup lebah madu trigona dia tebar di lahan kebun seluas 600 meter persegi milinya. Kebun itu berada di antara perkebunan kelapa sawit di KM 18, Bintan.

Sudah delapan bulan belakangan ini dia mulai memanen yang ia rintis sendiri. Setiap dua bulan sekali dia "menghisap" madu dari propolis lebah yang membentuk koloni di dalam stup.

Setiap stup menghasilkan rata-rata 300 hingga 800 ml. Banyaknya madu tergantung besar kotak serta koloni lebah.

Oleh Irwan, madu-madu itu kemudian dia pasarkan sendiri, memanfaatkan jejaring di media sosial, teman, dan di lingkungan tempat ia tinggal di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang.

Agar lebih menarik, Irwan membuat merek dagang. Namanya Makesam: Madu Manis Kecut dan Asam. 

"Hasilnya lumayan. Ini karena madu trigona ini sedang diminati," kata Irwan, Jumat (14/8/2020).

Sebotol madu Makesam ukuran 250 ml dia jual seharga Rp230 ribu.

Selain dikonsumsi langsung, madu trigona bisa dibuat berbagai olahan minuman. Cara termudah adalah dengan mencapurnya dengan air dingin. 

"Rasanya segar. Seperti lemon tea. Segarnya dapat, khasiatnya juga dapat," ungkapnya. 

Untuk diketahui, madu trigona berkhasiat untuk tubuh. Di antaranya untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan energi dalam waktu singkat, merilekkan bagian syaraf dan mengatasi imsonia.


Mudah dan Relatif Murah

Menurut Irwan, budidaya lebah madu trigona ini dia mulai dengan berbekal pengetahuan yang dia peroleh dari konten di YouTube. 

"Sudah delapan bulan belakangan saya panen," ujar Irwan.

Menurutnya, budidaya lebah madu kelulut relatif mudah. Kendalanya hanya berupa predator pemangsa lebah seperti cicak, kodok, kadal atau tringgiling.

"Memang harus rajin-rajin dicek. Minimal seminggu sekali," ungkapnya.

Irwan mengatakan, untuk mendapatkan lebah madu kelulut juga mudah. Menurut dia, lebah jenis ini banyak terdapat di Pulau Bintan.

"Karena saya juga bekerja, bibit saya upahkan kepada orang untuk mencarinya," ujarnya menceritakan awal membudidaya lebah madu trigona. (*)

Share this Post

BERITA TERKAIT